Kamis, 26 Februari 2026
Metode Penelitian Bisnis
Pengertian Penelitian: Penelitian adalah perlu untuk memperbarui ilmu pengetahuan, baik ilmu pengetahuan fisik maupun sosial. Dengan demikian, penelitian adalah komponen penting dari kehidupan ilmiah. Di Indonesia, penelitian dapat dilakukan oleh lembaga penelitian independen seperti Lembaga Penelitian Indonesia (LIPI), Lembaga Penelitian Pemerintah (PPP), yang saat ini diawasi oleh BRIN, serta perguruan tinggi dan lembaga lainnya. Sebelum memulai kegiatan penelitian, perlu diketahui beberapa hal, seperti apakah penelitian itu? Apa jenis penelitian ini dan bagaimana metodenya dilakukan?
Penelitian merupakan cara yang sistematis untuk menjawab masalah yang sedang diteliti atau femonema yang di dasarkan atas teori-teori yang relevan. Sistematis merupakan kata kunci yang berkaitan dengan metode ilmiah yang berarti adanya prosedur yang ditandai dengan keteraturan dan ketuntasan dalam aktivitas.
Berikut adalah materi dari penlitian Bisnis
Pertememuan Pertama: Pengertaian, Tujuan dan Manfaat Penelitian Bisnis
Minggu, 10 November 2019
Strategi Menjawab Permasalahan Industri Pertanian di Indonesia
Strategi Menjawab Permasalahan Industri Pertanian di
Indonesia
Indonesia dikenal
sebagai negara agraris dengan tingkat kesuburan tanah, belum memberikan dampak
positif terhadap tingkat kesejahteraan rakyat Indonesia yang dibuktikan dengan
adanya tingkat kemiskinan dan berakibat terhadap gizi buruk di Indonesia. Mengapa
hal ini dapat terjadi? Menurut hemat saya bahwa negara yang memiliki sumberdaya
yang melimpah belum menangani dengan optimal terhadap industri pertanian di
Indonesai baik dari sisi pengelolaan sumberdaya, proses dan pemanfaatan
sumberdaya pertanian tersebut. Pertanyaan berikutnya adalah mengapa bisa demikian?
Hal ini disebabkan selain adanya ketimpangan kepemilikan lahan yang menyebabkan
industri pertanian belum optimal adalah karena: Pertama, faktor sumberdaya
manusia (SDM) bidang pertanian di Indonesaia rata-rata berusia lanjut dengan
kapasitas pemahaman terhadap pengelolaan masih lemah karena tidak didukung oleh
ilmu pengetahuan yang cukup. Kedua, daya dukung proses produksi belum tercukupi
karena rata-rata petani di Indonesia dalam menggarap lahan masih menggunakan
cara-cara tradisional sehingga biaya menjadi tinggi dan hasil kurang optimal.
Ketiga, faktor-faktor tersebut disebabkan karena minimnya perguruan tinggi yang
mempunyai program studi yang beroerientasi terhadap industri pertanian baik
program studi yang terkait dengan pengolahan lahan pertanian, manajemen
pemeliharan tanaman, tehnik pengelolaan pasca panen dan tehnik produksi untuk
produk jadi serta manajemen tata niaga hasil pertanian. Oleh karena itu hemat
saya untuk menjadikan sektor pertanian menjadi sektor unggulan di Indonesai
idealnya dibuat startegi jangka panjang industri pertanian, namun untuk dapat
melakukan hal tersebut dibutuhkan beberapa hal yaitu: Pertama, pemimpin yang
kompeten, kredibel dan peduli terhadap kemajuan pertanian pada khususnya dan
kemajuan masyarakat perdesaan yang ada diseluruh pelosok tanah air Indonesia.
Kedua, Program pembangunan diarahkan kepada program pembangunan pertanian yang
benar dengan upaya membangun industri pertanian dengan itikad pemimpin baik
dalam membangun pertanian. Ketiga, melakukan reformasi birokrasi dan pemerintahan
yang sejalan dengan prinsip good
governance. Keempat, pengembangan modal sosial berbasis kearifan local yang
disesuaikan dengan perkembangan Revolusi Industri 4.0 dalam bidanga pertanian. Kelima,
industri pertaniah idealnya melakukan aliansi stretegis dengan menerapkan strategi Penthahelik yang merupakan strategi
kolaborasi antara, Academic, Business, Government, Costumer and Media (ABGCM).
Penerapan startegi akan optimal apabila masing-masing mempunyai peran yang
berimbang dibidangnya masing-masing sehingga dapat berkolaborasi dengan baik
dan menghasilkan kekuatan yang luar biasa. Perguruan tinggi mempunyai peran
dalam mencetak SDM dan melakukan riset untuk menjawab kebutuhan industri bidang
pertanian dan berorientasi untuk memenuhi kebutuhan industry pertanian yang telah
disesuaikan dengan kebijakan pemerintah yang ada dalam roadmap pengembangan
industri yang dibuat oleh government dan selalu menggandeng media untuk
sosialisasi dan desiminasi hasil riset tersebut sehingga tersampaikan kepada
para petani atau Industri bidang pertanian. Strategi ini akan bermanfaat karena
hasil kolaborasi tersebut dapat menjawab permasalahan dalam industry pertanian
mulai dari indutsri hulu hingga industry yang ada dihilir.
Sumber: https://www.watyutink.com/opini/Strategi-Menjawab-Permasalahan-Industri-Pertanian-di-Indonesia
Sabtu, 09 Juni 2018
Universitas Widya Mataram Kerjasama dengan ISEI Yogyakarta Diskusi : Pengembangan Potensi Ekonomi Umat
Dalam rangka untuk Pengembangan Potensi Ekonomi Umat Ikatan Sarjana Ekonomi Indonesia Cabang Daerah Istimewa Yogyakarta (ISEI DIY) bekerjasam sama dengan Universitas Widya Mataram mengadakan dikusi pada hari Minggu 20 Mei 2018 di Rumah Makan Sate Klatak Pak Jede Nologaten Yogyakarta. Diskusi dengan tema Pengembangan Potensi Ekonomi Umat tersebut menghadirkan pembicara kunci Prof. Dr.Edy Suandi Hamid, MEc Rektor Universitas Widya Mataram dan Dr. Budi Hananto Kepala Bank Indonesia Daerah Istimewa Yogyakarta dan ikuti oleh pengurus ISEI DIY, Dekan Fakultas Ekonomi Universitas Widya Mataram, Kaprodi Manajemen dan Akuntansi Fakultas Ekonomi Universitas Widya Mataram.
Dalam pemaparannya Prof Dr. Edy Suandi Hamid, MEC menyampaikan bahwa potensi ekonomi umat Islam sangat besar, bukan saja lingkup Indonesia namun juga dunia, potensi ini selain menggerakan ekonomi umat islam itu sendiri juga semua insan yang ada di muka bumi, sesuai dengan nilai-nilai keislaman. Perkembangan ekonomi islam khususnya keuangan Islam perkembangannya semakin pesat tidak saja dari negara Islam namun juga negara-negara yang ekonominya kuat mengembangkan ekonminya sesuai prinsip-prinsip keuangan Islam. Dengan potensi yang sangat besar tersebut seharusnya Umat Islam dapat menunjukkan implemantasi ajaran Islam di muka bumi ini, namun sayangnya semua itu masih jauh dari menggembirakan. Umat Islam yang 23% ini hanya berkontribusi sebesar 6,6% dari produk domestic bruto dunia. Dalam kontek pengembangan ekonomi Islam memang cenderung masih terbatas pada sector keuangan walaupun belakangan ini sudah meluas ke sector riil walaupun msih realatif lambat. Penyebab melambatnya perkembangan ini adalah: Pengenalan prinsip-prinsip ekonomi Islam masih terbatas di kalangan umat, Keterbatasan sumberdaya manusia, Praktek keuangan Syariah belum sempurna dan kadang masih dianggap berbau konvensional.
Sementara itu Dr. Budi Hanoto Pimpinan BI DIY menyoroti ekonomi umat dilihat dari keberadaan pondok pesanteran. Menurut Budi Hanoto Potensi Pesantren dalam Pembangunan Nasional sangat strategis karena pesantren mempunyai fungsi: Sebagai pengkader pemikir agama, Lembaga yang mencetak Sumber Daya Manusia, Lembaga yang dapat melakukan pemberdayaan ekonomi Umat.
Pesantren diharapkan dapat melakukan perubahan pengelolaan yang lebih baik, pembiayaan pengembangan pesantren dari dana CSR, membuat holding bisnis, dan mencangkokan dana UKMK kepada pesantren. Untuk itu BI DIY membuat Road map yaitu: Menanamkan mindset wirausaha, Meningkatkan kemampuan dibidang keuangan, dan masuknya koperasi masuk ke pesantren. Namun hal ini juga masih mengalami masalah yaitu: Rendahnya SDM santri, Pemilik dan pengelola masih tercampur, Pesantren tidak mudah untuk dimasuki pihak luar (masih tertutup), kelemahan dalam bidang IT, Masalah legalitas, Kurangnya pemasaran.
Dr. Jumadi, SE, MM yang juga Wakil Rektor III Universitas Widya Mataram menyampaikan bahwa Potensi Ekonomi Umat ini sangat besar mengingat Indonesia memiliki SDM yang cukup banyak dengan kesamaan idiolegi dan ketakwaan dan sumber daya Alam yang melimpah yang menjadi potensi ekonomi umat. Namun menurut Dr. Jumadi hal ini adakn dapat mewujudkan pemberdayaan ekonomi umat manakala minimal dapat mengintegrasikan tiga bidang yang mendasar yaitu: pertanian, peternakan dan perikanan. Jikalau ketiga potensi Ekonomi tersebut dapat dioptimalkan diharapkan akan mewujudkan kemandirian ekonomi Umat. Namu lagi-lagi salah satu kendalanya adalah kualitas SDM yang masih terbatas, untuk itu perlu ada sentuhan dana CSR untuk meningkatkan kapabilitas para pelaku sebagai contoh adalah kelompok tani yang mayoritas pendidikannya masih rendah. Mereka yang sudah tidak dapat mengenyam Pendidikan secara formal dapat diberikan pembekalan melalui penyaluran CSR pemberdayaan. Hal lain yang dapat dilakukan dalam rangka peningkatan potensi umat ini adalah mengoptimalkan peran koperasi yang selama ini terasa mati terutama KUD.
Sementara itu Dr. Rudi Bahrudin dari STIE YKPN Melakukan penelitian dengan judul Pengaruh Zakat dan Wakaf terhadap Ekonomi Indonesia, hasil dari penelitian tersebut bahwa zakat dan wakaf tidak berpengaruh signifikan terhadap ekonomi Indonesia. Karena masyarakat masih ingin untuk melakukan sendiri tidak menyalurkan melalui Lembaga.
Menurut Dr. Makruf pemberdayaan ekonomi umat jangan mendikotomi milik islam saja karena aktivitasnya bias dilakukan oleh diluar islam hanya saja yang terpenting adalah bahwa basic aktivitasnya idelanya sesuai dengan kaidah-kaidah Islami.
Prof. Mudrajat (UGM) menambahkan dalam rangka meningkatkan potensi umat agar tepat sasaran maka dapat di fokuskan kepada desa-desa termiskin di DIY, mengingat masih ada 13 desa yang miskin di DIY baik di Kulonprogo mapun di Gunungkidul.
Minggu, 11 Juni 2017
Konsep Dasar Manajemen, Strategik dan Manajemen Strategik
Pengertian Manajemen
Istilah
manajemen berasal dari kata management (bahasa Inggris), turunan dari
kata “ to manage” yang artinya mengurus atau tata laksana atau
ketatalaksanaan. Sehingga manajemen dapat diartikan bagaimana cara manajer
(orangnya) mengatur, membimbing dan memimpin semua orang yang menjadi
pembantunya agar usaha yang sedang digarap dapat mencapai tujuan yang telah
ditetapkan sebelumnya.
Pengertian
Manajemen menurut beberapa ahli yaitu :
1. Menurut R. Terry, Manajemen merupakan
suatu proses khas yang terdiri dari tindakan-tindakan perencanaan,
pengorganisasian, penggerakan dan pengendalian yang dilakukan untuk menentukan
serta mencapai sasaran yang telah ditentukan melalui pemanfaatan sumberdaya
manusia dan sumberdaya lainnya.
2. Menurut James A.F. Stoner, Manajemen merupakan
suatu proses perencanaan, pengorganisasian, kepemimpinan, dan pengendalian
upaya dari anggota organisasi serta penggunaan semua sumber daya yang ada pada
organisasi untuk mencapai tujuan organisasi yang telah ditetapkan sebelumnya.
3. Menurut Horold Koontz dan Cyril
O’donnel, Manajemen adalah usaha untuk mencapai suatu tujuan tertentu melalui
kegiatan orang lain.
Mengenai
definisi manajemen, sebenarnya ada banyak versinamun demikian pengertian
manajemen itu sendiri secara umum yang bisa kita jadikan pegangan adalah bahwa
“Manajemen adalah suatu proses yang terdiri dari rangkaian kegiatan, seperti
perencanaan, pengorganisasian, pengarahan dan pengendalian atau pengawasan,
yang dilakukan untuk menentukan dan mencapai tujuan yang telah ditetapkan
melalui pemanfaatan sumberdaya manusia dan sumberdaya lainnya yang terbatas”.
Pengertian
Strategik
Asal kata
“strategi” adalah turunan dari kata dalam bahasa Yunani, strategos. Pengertian
strategi menurut Glueck dan Jauch adalah Rencana yang disatukan, luas dan
berintegrasi yang menghubungkan keunggulan strategis perusahaan dengan
tantangan lingkungan, yang dirancang untuk memastikan bahwa tujuan utama dari
perusahaan dapat dicapai melalui pelaksanaan yang tepat oleh organisasi.
Pengertian
strategi secara umum dan khusus sebagai berikut :
Pengertian
Umum
Strategi adalah
proses penentuan rencana para pemimpin puncak yang berfokus pada tujuan jangka
panjang organisasi, disertai penyusunan suatu cara atau upaya bagaimana agar
tujuan tersebut dapat dicapai.
Pengertian
Khusus
Strategi
merupakan tindakan yang bersifat incremental (senantiasa meningkat) dan
terus-menerus, serta dilakukan berdasarkan sudut pandang tentang apa yang
diharapkan oleh para pelanggan di masa depan. Dengan demikian, strategi hampir
selalu dimulai dari apa yang dapat terjadi dan bukan dimulai dari apa yang
terjadi. Terjadinya kecepatan inovasi pasar yang baru dan perubahan pola
konsumen memerlukan kompetensi inti (core competencies). Perusahaan
perlu mencari kompetensi inti di dalam bisnis yang dilakukan. Sehingga dengan
demikian dapat disimpulkan secara singkat bahwa strategi adalah rencana jangka
panjang dengan diikuti tindakan-tindakan yang ditujukan untuk mencapai tujuan
tertentu yang telah ditetapkan sebelumnya berdasarkan analisis dan pengamatan
lingkungan.
Pengertian
Manajemen Strategik
Pengertian
Manajemen Strategik menurut beberapa ahli yaitu :
1.
Pengertian manajemen strategis menurut J. David Hunger dan Thomas L.
Wheelen adalah “Strategic Management is that a set of managerial decisions and
actions that determines the long-run performance of a corporation”, dan jika
diterjemahkan secara bebas maka Manajemen strategis adalah serangkaian
keputusan dan tindakan manajerial yang menentukan kinerja perusahaan dalam
jangka panjang.
2. Pengertian manajemen strategis menurut
Pearch dan Robinson (1997) dikatakan bahwa manajemen stratejik adalah kumpulan
dan tindakan yang menghasilkan perumusan (formulasi) dan pelaksanaan
(implementasi) rencana-rencana yang dirancang untuk mencapai sasaran-sasaran
organisasi.
3.
Pengertian
manajemen strategi menurut Fred R. David adalah bahwa manajemen strategi adalah
seni dan ilmu untuk memformulasi, menginplementasi, dan mengevaluasi keputusan
lintas fungsi yang memungkinkan organisasi dapat mencapai tujuan.
4.
Pengertian
manajemen strategis menurut Lawrence R.
Jauch dan Wiliam F. Gluech (Manajemen Strategis dan Kebijakan Perusahaan, 1998)
: Manajemen Strategis adalah sejumlah keputusan dan tindakan yang mengarah pada
penyusunan suatu strategi atau sejumlah strategi yang efektif untuk membantu
mencapai sasaran perusahaan.
Berdasarkan hal
tersebut diatas dapat dijelaskan bahwa manajemen strategis merupakan proses atau
rangkaian kegiatan pengambilan keputusan yang bersifat mendasar dan menyeluruh,
disertai penetapan cara melaksanakannya, yang dibuat oleh pimpinan dan
diimplementasikan oleh seluruh jajaran di dalam suatu organisasi, untuk
mencapai tujuan.
Oleh karena itu
manajemen strategi sangat penting bagi suatu organisasi/ perusahaan di dunia
bisnis karena :
1. Memberikan
arah pencapaian tujuan organisasi/ perusahaan
2. Membantu
memikirkan kepentingan berbagai pihak
3. Dapat
mengantisipasi setiap perubahan kembali secara merata
4. Berhubungan
dengan efisiensi dan efektifitas
Jumat, 08 Februari 2013
Sampling
Sampling involves any procedure that draws
conclusions based on measurements of a portion of the population. In other
words, a sample is a subset from a larger population. If certain statistical
procedures are followed, a researcher need not select every item in a
population because the results of a good sample should have the same
characteristics as the population as a whole. Of course, when errors are made,
samples do not give reliable estimates of the population. (Zikmud; 2009; 68)
Sampling is defined in terms of
the population being studied. A population (universe) is any complete
group—for example, of people, sales territories, stores, or college students
that shares some common set of characteristics. The term population element refers
to an individual member of the population. (Zikmud;
2009; 387)
Referensi:
Referensi:
Zikmund
William, Babin Barry J, Carr John C,
Griffin Mitch; 2009. Business Research
Method, Eight Edition.
Kamis, 07 Februari 2013
Validity & Reliability
Validity is the most critical
criterion and indicates the degree to which an instrument measures what it is
supposed to measure. Validity can also be thought of as utility. In other
words, validity is the extent to which differences found with a measuring
instrument reflect true differences among those being tested. But the question
arises: how can one determine validity without direct confirming knowledge? The
answer may be that we seek other relevant evidence that confirms the answers we
have found with our measuring tool. What is relevant, evidence often depends
upon the nature of the research problem and the judgement of the researcher.
But one can certainly consider three types of validity in this connection: (i)
Content validity; (ii) Criterion-related validity and (iii) Construct validity. (Khotari; 2004; 75) .
Reliability
The test of reliability is
another important test of sound measurement. A measuring instrument is reliable
if it provides consistent results. Reliable measuring instrument does
contribute to validity, but a reliable instrument need not be a valid
instrument. For instance, a scale that consistently overweighs objects by five
kgs., is a reliable scale, but it does not give a valid measure of weight. But
the other way is not true i.e., a valid instrument is always reliable.
Accordingly reliability is not as valuable as validity, but it is easier to
assess reliability in comparison to validity. If the quality of reliability is
satisfied by an instrument, then while using it we can be confident that the
transient and situational factors are not interfering (Khotari; 2004; 75).
Referensi
Khotari.C.R 2004; 75) Research Methodologi Methods and Tehnicques. New Age International (P) Ltd., Publishers: Ansari Road,
Daryaganj, New Delhi - 110002
Senin, 04 Februari 2013
Penelitian Deskriptif
Penelitian deskriptif adalah untuk
menggambarkan karakteristik objek, orang, kelompok, organisasi, atau
lingkungan. Dengan kata lain, penelitian deskriptif mencoba untuk
menggambarkan dari situasi tertentu dengan menggunakan pertanyaan siapa,
apa, kapan, di mana, dan bagaimana (Zikmund, Babin,
Carr, Griffin, 2009; 55)
Menurut ( Cohen, Manion dan Morrison, 2.007 205) penelitian deskriptif berkaitan dengan bagaimana apa atau apa
yang ada terkait dengan beberapa peristiwa sebelumnya yang telah
mempengaruhi atau terpengaruh peristiwa atau kondisi saat ini.
Penelitian deskriptif menggambarkan perilaku, pikiran, atau perasaan
kelompok tertentu individu. Sebaai contoh yang paling umum dari penelitian
deskriptif murni adalah jajak pendapat umum, yang menggambarkan sikap dari
kelompok masyarakat tertentu (Mark R. Leary, 2001; 25).
Sementara itu menurut (Hyman & Sierra, 2010; 39) Penelitian
deskriptif dapat menggambarkan lingkungan dengan mengidentifikasi karakteristik
dari hal-hal atau fenomena yang berhubungan dengan satu sama lain, misalnya,
jika laki-laki lebih mungkin dibandingkan perempuan untuk membeli produk
tertentu, atau jika pembeli paling sering dari suatu produk tertentu yang lebih
muda atau lebih tua.
Penelitian deskriptif digunakan ketika data statistik yang diperlukan pada
fakta. Alat yang digunakan untuk melakukan penelitian deskriptif hampir
selalu survei. Keuntungan dari survei adalah bahwa, jika jumlah orang yang
disurvei (sampel) cukup besar, dapat dikatakan bahwa fakta telah terbukti dan
benar dari seluruh kelompok ( Kolb, 2008; 25).
Referensi:
Hyman Michael R. Sierra Jeremy J, 2010, Marekting Research Kit for Dummies, by
Wiley Publishing, Inc., Indianapolis, Indiana.
Kolb Bonita. 2008. Marketing Resear ch A Practical Appr oach: SAGE
Publications Asia-Pacifi c Pte Ltd 33 Pekin Street #02-01 Far East Square: Singapore
048763.
Louis Cohen, Lawrence Manion and Keith Morrison;
2007 205), 270 Madison Avenue, New York, NY
10016. Sixth edition.
Mark R. Leary; 2001. Introduction to Behavioral Research Methods. THIRD EDITION: A
Pearson Education Company. London.
Zikmund William, Babin Barry J, Carr John C, Griffin Mitch; 2009.
Business Research Method, Eight
Edition.
Langganan:
Komentar (Atom)
